BUDAYA sangat memengaruhi bagaimana seseorang berbusana. Hal itulah yang terlihat dalam karakter busana muslimah di Indonesia dan di Melbourne.
Jika biasanya di Indonesia, busana muslimah cenderung bersifat kaku, namun di Melbourne hal itu tidak terlihat. Pasalnya, di sana para muslimah cenderung menyukai gaya mix and match.
Â
Dian Pelangi misalnya, yang Mei mendatang turut meramaikan acara Melbourne Souq, yakni acara organisasi muslim Melbourne-Indonesia (Youth Indonesian Muslim Student Association) menuturkan bahwa hal tersebut memang sangat berpengaruh. Untuk itu, diperlukan riset terlebih dulu, sehingga desain yang dibawa dapat menyesuaikan dengan kebutuhan muslimah setempat.
Â
âBusana muslim di sana beda dengan busana muslim di Indonesia. Di sana, mereka lebih suka yang kasual dan hijab style lebih simpel. Tak hanya itu, muslim di sana juga jarang menggunakan abaya atau gamis seperti kita. Mereka lebih senang main mix and match,â ujarnya kepada Okezone melalui layanan BlackBerry Messenger, baru-baru ini.
Â
Guna menyesuaikan kebutuhan pasar di Melbourne, Dian pun memersiapkan busana khusus agar koleksi yang dibawanya tidak sia-sia.
Â
âDi acara tersebut, koleksi yang saya bawa lebih ke tie dye dengan warna pastel dan desain yang clean cut karena mereka masih suka di mix and match lagi,â tutupnya.
Â
(tty)
Senin, 15 April 2013
Muslimah di Melbourne Favoritkan Gaya Mix & Match
Muslimah di Melbourne Favoritkan Gaya Mix & Match
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar